Info: Hunting Perdana Papuansphoto 2017 

Info:

Jangan lupa eeeeeeaaaa buat teman-teman Papuansphoto kam semua bahwa, kita akan melakukan hunting perdana kita pada tahun 2017. 

Hunting ini akan di laksanakan pada:

Hari : Minggu 

Tanggal : 29/01/2017

Tempat : Buda( Buper Dalam) Waena Jayapura

Jam : 14:00-17:00 Wp

Titik kumpul : Gapura Buper Waena jam 2-3 Sore

Bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi silahkan bergabung.

Silahkan ajak teman, adik, kaka, keluarga dll untuk ikut. 

Kita belajar sama-sama itu indah

Koo traaa ikut koo rugiiii….!!!
Pasti koo akan dapankan ilmu + cerita + pengalman dengan hunting kali ini.

Cctn: Bawa uang Rp.25.000 untuk beli snack dan air. ​

#Admin #Papuansphoto

Mengunggah…

Iklan
By Papuansphoto Posted in NEWS

Whens Tebay: Jadi Fotografer Tak Cukup Berbekal Kamera

Jayapura, Suara Papua.com – Dalam rangka mempertajam dan mempermantap kemampuan memotret, Komunitas Papuans Photo melakukan hunting foto di pasar Yotefa, Kota Jayapura dengan thema “Sreet Hunting Human Rights Market” yang berfokus pada aktifitas sosial ekonomi masyarakat papua yang melakukan aktivitas jual beli di pasar Youtefa.
Ketua Koordinator Papuan Photo, Whens Tebay kepada media ini menjelaskan, memahami dunia fotografi tidak hanya bisa memotret. Tetapi harus memahami topik apa yang mau dipotret dan teori tentang duni photgrafi.
“Jadi sebelum kami lakukan hunting foto bersama, kami juga lakukan pembelajaran tentang teknik-teknik memotret dan teori-teori. Sehingga apa yang dipelajari itu bisa dipake saat hunting bersama,” kata Tebai kepada suarapapua.com di Jayapura tidak lama ini.

Kata Tebay, memang untuk memotret sebuah foto tidaklah mudah. Karena semua orang bisa memotret. Tetapi untuk menghasilkan sebuah foto yang punya pesan dan bernilai tidak cukup hanya andalkan kamera saja.
“Untuk menghasilkan sebuah foto yang indah dan punya pesan yang bagus, tidak cukup hanya dengan memiliki kamera. Tetapi harus juga dengan mempelajari dan memahami teori-teori tentang fotografi dan teknik-teknik foto. Sehingga saat memotret, bisa memotret dari sudut pandang yang tepat dan dapat menghasilkan sebuah hasil potretan yang lebih indah dan punya pesan yang bermakna pula,” jelas Tebay.
Dikatakan, tujuan melakukan hunting dengan thema Street Human Interest bersama di pasar Youtefa adalah mengajak para pecinta seni foto untuk bagaimana mengerti tentang fotografi human interest.

“Kami bukan saja sekedar foto namun suasana kehidupan orang papua yang masih jauh dari pembangunan sosial ekonomi akan kami angkat di dalam dunia foto. Sehingga hasilnya nanti bisa dipublikasikan. Karena satu foto bisa bercerita tentang apa pun. Tergantung bagaimana kita memandang sebuah foto itu sendiri,” katanya.
Sementara itu, Penasehat Komunitas Papuansphoto Sony Wanda Papua mengatakan, hunting bersama di pasar Youtefa dengan maksud supaya hasil fotoyang dipotret oleh semua anggota komunitas bercerita pada dunia o=luas tentang kondisi yang terjadi di pasar Youtefa.
 “Kita sebagai fotografer harus prioritaskan orang papua dalam mata lensa kita, agar potret kehidupan papua dalam dunia foto bisa tampak apa yang sedang terjadi di papua,” katanya.

Untuk di ketahui Komunitas Popuans Photo berdiri pada bulan Oktober 2014 namun mulai aktif pertengahan tahun 2015 dan Papuans Photo hadir untuk menggambarkan situasi Papua yang sesungguhnya.

Pewarta: Harun Rumbarar

Editor: Arnold Belau

By Papuansphoto Posted in NEWS

Komunitas Papuansphoto Gelar “Street Hunting “ di Jayapura

Selama ini dikenal dengan Komunitas  Papuansphoto yang dikelola oleh Photografer  anak asli Papua, kembali menggelar  Street Hunting di pasar Youtefa. Senin,( 29/8/16 ) Pukul 15.20 waktu Papua.
“Komunitas Papuansphoto selama ini wilaayahkerja di Papua dan pusatnya di Jayapura  Sehingga, Gambar-gambar hasil potret dari Pemotret, dapat ubload, dengan keterangan yang jelas. Kegiatan Street  huting ini dengan Thema ” Human Interest Market”.

“saya sangat bangga kepada semua pemotret yang datang dan ikut kegiatan Huting, karena menjadi Photografer itu tidak mudah,”ucapWens Tebay Admin Papuansphoto, kepadawartawan Kabar Mapegaa.

Dijelaskna,sebenarnya kita di Papua ini memiliki keindahan yang melimpah, tapi  sayangnya, Photografer dari luar Papua mereka yang manfaatkan pada hal kita putra daerah juga bisa memotret.

Ia harap jumlah peserta yang hadir 20 orang ini  terus semangat guna menjadi cocok menjadi pemotret yang unggul.

“Dalam kegiatan yang kami selenggarakan ini, tidak hanya melakukan photo di wilayah pasarYoutefa tetapi, kami yang senior memberikan pemahaman, pelatihan dan memotret gambar yang baik dan benar,”terangnya

Salah satu senior dalam Photografer anak asli Papua  Sonny Wanda menyatakan, “photo merupaakan nilai yang besar dan punya cerita serta makna dalam kehidupan manusia, pungkas Wanda.

Ia meminta juga kepada generasi mudah yang sudah bergabung dalam komunitas Papuansphoto, harus semangat dan terus memotret Alam Papua dengan karya anak Asli Papua,” tutupnya Wanda

Pewarta: Petrus Douw

Editor: Yunus Gobai

Sumber: http://www.kabarmapega.com 

By Papuansphoto Posted in NEWS

Sekelompok Anak Muda Perkenalkan Papua Melalui Fotografi

image

“Senja di Yoka”. Ini adalah hasil karya kreatif komunitas “Papuans Photo” – Jubi/IST

Jayapura, Jubi – Sekelompok anak muda Papua memperkenalkan Papua dan sumber daya alamnya ke dunia luar dengan karya fotografi. Kelompok anak muda itu tergabung dalam Papuans Photo.

Pendiri komunitas Papuans Photo, Wens Tebay menuturkan awal pendirian komunitas ini Oktober 2014.

“Tujuan saya mendirikan Papuans Photo ingin memperkenalkan Papua kepada orang Papua dan semua orang di Indonesia dan dunia untuk mengetahui situasi Papua, baik itu melalui budaya, keindahan alam, human interest, kuliner, macro, animals, dan desain art,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Rabu (4/5/2016).

Anggota aktifnya sekitar 15 orang dari berbagai kalangan semisal, wartawan, aktivis gerakan, pelajar, mahasiswa, masyarakat awan dan pemuda gereja. Sementara di laman facebook komunitas ini mencapai 13.297 anggota dan 863 anggota baru.

Ia pun mengajak anak muda Papua untuk menghasilkan karya kreatifnya melalui foto-foto yang baik. Oleh karena itu, anak muda Papua diminta agar tidak pesimis dalam menampilkan karya-karyanya meski perlatan dan fasilitas terbatas. Kamera HP dan kamera saku pun dinilainya sebagai alternatif untuk mengabadikan momen, kejadian atau realitas yang terjadi di Papua selain dengan fasilitas kamera yang canggih seperti jenis DSLR.

“Intinya adalah harus percaya diri dan punya motivasi yang tinggi bahwa anak Papua itu hebat dan mampu di bidang apa saja,” katanya.

Papuans Photo bahkan pernah diundang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Karya seorang anggota komunitas ini, Alfonsa Wayab  pun pernah disertakan dalam pameran foto di Yogyakarta. Menurut dia anggota komunitas ini melakukan aktivitas bersama seperti sharing-sharing karya kreatifnya, hunting bersama dua bulan sekali.

“Itu pun tergantung kesepakatan dan tempat yang pernah d kunjungi, seperti air terjun Cycloop, Emfote Danau Love, kampung Kwadeware Sentani Barat dan tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi dan diketahui masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya belum pernah menggelar semacam pameran foto. Namun Oktober tahun ini, saat ulang tahun pertama komunitas ini menggelar pameran dengan sumber dana secara swadaya.

“Hasil karya teman-teman juga bisa dibuka di halaman facebook Papuansphoto atau blog: Papuans Photo dan twitter @papuansphoto,” katanya.

Anggota komunitas Papuans Photo Hengky Yeimo mengaku foto mewakili ribuan cerita. Foto tidak hanya ekspresi hobi, tetapi juga karya kreatif yang bernilai seni.

“Biarkan foto yang bercerita,” katanya.

(Agus Pabika) 

Sekelompok Anak Muda Perkenalkan Papua Melalui Fotografi